Pajak Motor Mati 2 Tahun Bayar Berapa

Terlambat membayar pajak kendaraan bukanlah perbuatan yang tepat. Selain menunjukkan kelalaian dalam melakukan kewajiban, Anda juga akan dikenai denda yang besarannya tergantung dari lamanya keterlambatan.

Belum lagi, tambahan biaya lain seperti Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Apakah sudah bisa membayangkan apabila pajak motor mati 2 tahun bayar berapa?

Besaran Denda Keterlambatan dan Simulasi Penghitungannya

Sebelum mengetahui simulasi untuk menghitung denda, berikut beberapa ketentuan mengenai pembayaran denda:

  1. Keterlambatan 1 hari biasanya akan dimaklumi sehingga tidak dikenakan denda;
  2. Keterlambatan 2 hari atau lebih dari itu, maka denda tetap akan dihitung sejumlah denda 1 bulan karena aturan penghitungannya bukan per hari melainkan per bulan. Jadi, apabila keterlambatannya adalah 1 bulan 2 hari, maka tetap akan dianggap 2 bulan;
  3. Besaran denda akan ditambahkan dengan biaya SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Biaya SWDKLLJ berbeda antar jenis kendaraan. Kendaraan roda dua dikenai biaya Rp 32.000,- sedangkan kendaraan roda empat dikenai biaya Rp 100.000,-.

Simulasi Penghitungan Denda Pajak

Penghitungan untuk denda keterlambatan pajak dilakukan dengan rumus berikut ini:

  • Denda 1 bulan penghitungannya PKB + biaya SWDKLLJ
  • Denda 2 bulan penghitungannya PKB + biaya SWDKLLJ
  • Denda 6 bulan penghitungannya PKB + biaya SWDKLLJ
  • Denda 1 tahun penghitungannya PKB + biaya SWDKLLJ
  • Denda 2 tahun penghitungannya 2 + biaya SWDKLLJ

Denda keterlambatan dalam jangka waktu lain menggunakan pola yang sama. Berikut simulasi penghitungannya:

Anggaplah Anda memiliki sepeda motor jenis matic, dan pada STNK tertera besaran PKB yaitu Rp 144.000,-. Anda belum membayar pajak selama 6 bulan. Denda SWDKLLJ yang harus dibayarkan adalah Rp 32.000,- karena kendaraan Anda merupakan kendaraan roda dua. Sesuai data tersebut, maka simulasi penghitungan dendanya yaitu:

PKB  + biaya SWDKLLJ           = 144000  25%  + 32000

= 144000  0,25  0,5 + 32000

= 18000 + 32000

= 50000

Jadi, denda yang wajib dibayar adalah Rp 50.000,-.

Namun, perlu diingat bahwa besaran tersebut hanya dendanya saja, belum biaya pajak secara keseluruhan yang harus dibayar. Maka, total pembayarannya menjadi:

PKB + biaya SWDKLLJ + denda keterlambatan     = 144000 + 32000 + 50000

= 226000 atau Rp 226.000,-

Bagaimana Dengan Denda untuk Pajak yang Mati 2 Tahun?

Khusus mengenai pajak yang terlambat 2 tahun, terdapat satu hal yang perlu Anda pahami terlebih dahulu. Pajak yang menunggak selama 2 tahun masih dapat dibayarkan asalkan STNK masih sah atau masih dalam rentang 5 tahun masa berlaku. Namun, apabila tunggakan 2 tahun terjadi sejak masa berlaku STNK sudah habis, maka nomor identitas kendaraan Anda akan diblokir.

Penghitungannya dendanya dengan menggunakan ilustrasi yang sama seperti sebelumnya:

2  + biaya SWDKLLJ

2  + 32000            = 104000

Total pajak dan denda secara keseluruhan menjadi

PKB + biaya SWDKLJJ + denda    = 144000 + 32000 + 104000

= 280000 atau Rp 280.000,-

Bagaimana, lebih memilih taat pajak atau telat membayar? Tentu saja selalu diusahakan untuk membayarnya sebelum jatuh tempo sehingga tidak terkendala denda.

Walaupun sebenarnya jumlah denda tidak seberapa, namun yang lebih penting adalah melatih tanggung jawab kepada diri sendiri untuk melaksanakan kewajiban dengan baik. Jangan lupa membayar pajak, dan pastikan tidak terlambat!